Aktivitas Marinus Gea (MrG)
  • Register

Tangerang-SuaraNusantara

Dewan Pimpinan daerah (DPD) Taruna Merah Putih (TMP) Provinsi Banten menargetkan 5.000 kader untuk  aktif membantu berbagai kegiatan TMP, termasuk melestarikan kebudayaan.

Selengkapnya: Taruna Merah Putih Banten Ajak Kader Lestarikan Budaya

Nias - Pesta Ya'ahowu Ono Niha digelar di Nias pada akhir pekan lalu. Ribuan warga dan turis datang untuk menikmati gelaran ini di sana.

Dalam rilis Kemenpar kepada detikTravel, Senin (19/9/2016), Pesta Ya'ahowu Ono Niha dibuka di Lapangan Orurusa Telukdalam, Nias Selatan hari Sabtu (17/9). Pesta rakyat ini dibuka oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly.

Luhut membuka Pesta Yaahowu Ono Niha itu, dengan pemukulan gong yang disaksikan Menkumham Laoly. Lalu dilanjutkan dengan rangkaian pertunjukan sanggar budaya dari masing-masing Kab-Kota se-Kepulauan Nias. Penampilan seni dan budaya oleh sanggar budaya dari Nias Barat itu cukup memukau dan mengesankan.

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias (HIMNI) Marinus Gea menjelaskan, ucapan 'Ya'ahowu' adalah bagian dari kegiatan pariwisata Kepulauan Nias. Antusias masyarakat pada perhelatan akbar ini luar biasa. Lebih dari 10.000 ribu orang hadir di sana.

(dok Kemenpar)
"Tentu ini bisa diartikan sebagai awal kebangkitan pariwisata Kepulauan Nias," kata Marinus yakin.

Pesta Ya'ahowu itu sendiri sebenarnya sudah ada sejak 1980-an. Namun, dalam perjalanan waktu, beberapa tahun terakhir macet, karena kurang memperoleh perhatian. Baru kali ini, 2016, pesta rakyat yang penuh hiburan itu kembali dibangkitkan.

Hal ini dilakukan seiring dengan agenda 'Launching Nias Pulau Impian' yang penetapannya sudah dilakukan di 2-3 Juni 2016 bersama Menpar Arief Yahya, di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata RI di Medan Merdeka Barat, Jakarta.


(dok Kemenpar)


"Harapan kami, bahwa melalui event ini, masyarakat Pulau Nias bangkit berbenah dan menyongsong perubahan dan kemajuan yang lebih baik," ujar Ketum HIMNI Marinus Gea itu.

Pesta Ya'ahow dihadiri sekitar 10.000 pengunjung. Diharapkan gelaran ini bisa menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Pulau Nias, baik wisatawan nusantara maupun manca negara. Selain itu, dengan potensinya, Pulau Nias juga akan diposisikan sebagai destinasi surfing yang oke punya.

"Nias itu surganya penggemar surfing dunia. Ada The Point dan Indicator, dua spot surfing yang konon terbaik di dunia, dan sepanjang tahun gulungan ombaknya menantang adrenalin para surfer dunia," ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Menurut Arief, nama Nias di Australia juga sudah cukup dikenal sebagai destinasi surfing. "Di Australia, pamor Nias juga sudah dikenal. Tinggal mempromosikan lebih baik dengan target market surfer Aussie," kata Arief.

Dengan potensi Nias yang tak diragukan lagi, Menko Luhut juga meyakinkan bahwa DNA Pulau Nias itu adalah Pariwisata. Tidak banyak pilihan, kecuali untuk menikmati wisata bahari dan wisata kebudayaan di sana.

"Sektor pariwisata akan menjadi sumber penerimaan negara terbesar, karena menghadirkan devisa yang terus bertumbuh. Sedangkan komoditas lain, seperti Migas, batubara dan minyak kelapa sawit terus menurun," kata Luhut.

Untuk itu, infrastruktur di Nias juga akan terus diperbaiki. Seperti airport, listrik, jalan, air, telekomunikasi dan lain sebagainya. Pemerintah pusat juga siap mendukung setiap kebijakan Pemda, terutama yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.

"Ini bukan lagi wacana. Tahapannya juga sudah mulai dikerjakan," ujarnya. (krn/krn)