Aktivitas Marinus Gea (MrG)
  • Register

Kota Tangerang – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI. Padahal, dr Terawan merupakan dokter ahli di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Pemecatan itu disebut-Sebut lantaran adanya pelanggaran kode etik kedokteran yang dilakukan oleh dr Terawan.

Dr Terawan dikenal dengan metode penyembuhan penyakit stroke dengan sebutan ‘Cuci Otak’. Dimana, secara ringkas adalah memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha penderita stroke.

Namun, Anggota DPR RI Komisi IX, Marinus Gea mempertanyakan alasan sebenarnya dari pemecatan tersebut. Pasalnya, ia menilai pemecatan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.

“Kalau baca surat Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), kejadian gagal DSA di RS Sutomo Surabaya yang dilakukan dokter lain dijadikan alasan dan yg lebih aneh lagi disalah satu alasan karena dia promosi di salah satu stasiun TV,” ujarnya.

Marinus mengungkapkan, dr. Terawan diundang oleh stasiun TV tersebut bukan atas dasar keinginannya. Selain itu, alasan biaya yang tinggi disebut menjadi salah satu alasan pemecatan tersebut.

“Kan sudah dijelaskan bahwa tarif RSPAD ditentukan oleh Departemen Kesehatan jadi ini kelihatan sekali karena persaingan bisnis,” ujarnya.

Dugaan persaingan bisnis tersebut juga diperkuat dari adanya penjelasan dari IDI DKI yang menyebut telah dilakukan sidak pada tahun 2015 lalu.

“Tahun 2015 sudah dilakukan sidak oleh IDI DKI dari pagi sampai sore dan telah dikeluarkan hasil sidak tersebut bahwa tidak ada pelanggaran etika dan hukum yg dilakukan,” ujarnya. (Akim/Nji)