Aktivitas Marinus Gea (MrG)
  • Register

Jakarta-SuaraNusantara

Marinus Gea, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, mendesak Kementerian PUPR untuk menegur PT WIKA selaku kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Jalan Tol JORR II Kunciran-Bandara.

Menurut Marinus, ada sepuluh kepala keluarga terdiri dari 30 jiwa yang harus tinggal dalam kondisi kotor dan berdebu di area seluas kurang lebih 590 m2. Mereka tercatat sebagai warga Blok 007 Kampung Rawa bokor RT 003/001 Kecamatan Benda, Kota Tanggerang, Banten.

“Dalam rangka pelaksanaan reses kami di Dapil hari ini, Selasa 27 Februari 2018, ada warga di Kecamatan Benda menyampaikan keluhan tentang pembangunan Jalan Tol JORR yang melewati jalur Kampung Rawa Bokor Kelurahan Benda,” kata Marinus kepada SuaraNusantara, Selasa (27/2/2018).

Marinus menjelaskan, warga mengeluh dikarenakan rumah mereka terjepit di antara jalan yang sedang dibangun dengan tembok Perumahan Taman Mahkota.

Selain suara bising, warga setiap harinya juga harus menghirup debu yang timbul akibat pengerjaan proyek. Akibatnya banyak warga, terutama anak-anak, terserang batuk.

Bila hujan turun, penderitaan warga semakin bertambah, sebab meski debu hilang, tapi genangan air atau banjir yang muncul akan menjebak warga di dalam rumah masing-masing, sebab akses jalan yang sudah berupa tanah merah akan menjadi lumpur dan tak mungkin bisa dilewati.

Menurut Marinus Gea yang berasal dari Dapil Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan ini, pada 2014 silam, rumah-rumah di sana sudah diappraisal dan sertifikat distempel ‘terkena JORR’ guna pembebasan lahan dan ganti rugi.

“Namun hingga sekarang tanah dan rumah yang tersisa ini belum menerima ganti rugi,” katanya.

Marinus Gea mendesak pemerintah untuk segera melakukan pembayaran ganti rugi sesuai kesepakatan. “Mohon perhatian Pak Menteri PUPR terkait masalah ini,” katanya.

Penulis: Yono D