Berita Terbaru - Newsflash
  • Register

Jakarta: Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru menempatkan calon presiden Joko Widodo unggul 57 persen suara dibanding rivalnya Prabowo 31 persen. Di sisa waktu tujuh bulan menuju Pilpres, tim pemenangan Jokowi disebut perlu memperlebar jarak selisih elektabilitas Jokowi dengan Prabowo.

"PR besar yang harus dikerjakan oleh Pak Jokowi dan partai pendukung membungkus kemenangan dengan meyakinkan. Karena perolehan 57 persen itu belum masuk kategori cukup meyakinkan," kata Burhan di acara Primetime News Metro TV, Rabu 26 September 2018.

Setidaknya, kata Burhan di tujuh bulan waktu tersisa menjelang pemilu elektabilitas Jokowi harus bisa mendekati angka 70 persen. Angka ini dinilai aman dengan selisih di atas 30 persen.

"Selisih dibawah 30 persen sementara pemilu masih tujuh bulan itu masih belum masuk kategori aman," ucapnya.  

Survei Indikator Politik Indonesia menempatkan 57 persen responden memilih Jokowi dan 31,3 persen responden memilih Prabowo. Sisanya mengaku tidak tahu.

Burhan melihat tren pemilihan dua nama tersebut sedikit menurun. Pada Juli, Jokowi mendapat 59,9 persen suara dari responden, sementara Prabowo mendapat 32,1 persen.

Survei menggunakan metode multistage random sampling 1.220 responden dengan umur 17 tahun atau lebih. Margin of error kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Wawancara dilakukan pada 1-6 September 2018. Indikator Politik Indonesia juga melakukan quality control terhadap 20 persen dari total responden.