Berita Terbaru KPU dan PKPU
  • Register

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti menilai, kinerja Badan Pengawas Pemilu sekarang tak lebih baik dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, Bawaslu kurang tegas menindak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama kampanye Pemilu 2014.

"Bawaslu itu sekarang lebih lembek. Penindakan kampanye lebih banyak bersifat pengumuman daripada tindak lanjutnya," ujar Ray, di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2014).

Ia mengatakan, Bawaslu seharusnya tak hanya fokus menindak pelanggaran-pelanggaran kuno dalam kampanye seperti pembagian uang. Kualitas pengawasan pun harus ditingkatkan. Berkaca dari pengalaman pemilu sebelumnya, kata Ray, Bawaslu juga harus menindak pelanggaran lebih berat.

"Soal pelanggaran kampanye kemarin, diapain kita enggak tahu. Soal (penyalahgunaan) anak-anak, sampai sekarang enggak dijelaskan. Juga yang joget-joget dan saweran," kata Ray.

Ia khawatir, Bawaslu hanya menyelesaikan masalah pelanggaran kampanye yang tampak di permukaan dan lalai menegakkan persoalan krusial seperti dana bantuan sosial.

Hari ini, ia mendatangi Gedung Bawaslu untuk melaporkan dugaan penggunaan fasilitas negara oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam kampanye Partai Demokrat di Lampung, Rabu (26/3/2014) lalu. SBY diketahui mengambil cuti pada hari tersebut, dan melakukan perjalanan ke Lampung untuk kepentingan partai menggunakan pesawat komersial yang diduga disewa dengan menggunakan kas negara.

Oleh karena itu, Ray meminta Bawaslu menelusuri apakah dugaan pelanggaran itu benar atau tidak.

"Kita lihat apa ini bisa ditangani dengan tegas. Bahkan, belum apa-apa, Pak Ketua (Bawaslu) sudah ngomong bahwa itu bagian dari fasilitas negara dengan tidak ada argumen," ujar Ray.

Pesan Perjuangan Ketua Umum



Guests Online

Kami memiliki 36 tamu dan tidak ada anggota online